Sejarah Pendirian GPIB Martin Luther


Pendirian GPIB Jemaat Martin Luther


Peletakan Batu pertama Gedung Gereja di Jalan Kayu IV dilakukan pada tanggal 31 Oktober 1965.


Tanggal ini sengaja dipilih supaya disesuaikan dengan hari Reformasi Gereja yang jatuh pada tanggal 31 Oktober.


Baik jemaat maupun non jemaat sangat bersemangat mendukung pembangunan gedung gereja tersebut. Seperti Bpk. Kolonel Montolalu yang saat itu menjadi pengawas di Hotel Borobudur, beliau banyak menyumbang kayu. Juga ada Bpk Ferdinand yang berjasa mengantarkan kayu untuk pembangunan gedung gereja. Selain Bpk Kolonel Montolalu, jemaat yang terlibat dalam pembangunan gereja ini antara lain adalah:

  • Ketua RW 06 (Bpk. Junus - beragama Islam) pada waktu itu adalah anggota militer AD, rumahnya di Jalan Batu Opas No. 1.  Pada waktu itu semua ketua RW dan Lurah dipegang oleh anggota militer AD, sehingga hal itu tentu memudahkan pengurusan tanah dan pembangunan gedung gereja di jalan Kayu IV.  Gedung gereja ini dibangun berdampingan dengan sebuah Mesjid.
  • Om Lintjewas, waktu itu tinggal di Pulo Mas lama yaitu di jalan Batu Opas dekat rumah ketua RW 06. Keluarga ini termasuk salah satu donatur yang kemudian pindah ke Amerika.
  • Bapak Hudjat bersama istri yang berkebangsaan Perancis. Mereka tinggal di pojok jalan Pondasi. Keluarga ini juga adalah termasuk salah satu donator pembangunan gereja.
  • Semua anggota jemaat yang namanya disebutkan di atas adalah sebagai jemaat mula-mula yang dengan kerelaan hati sangat antusias serta bersemangat mendukung pembangunan gereja.

Gedung gereja ini selesai dibangun pada akhir tahun 1965. Atas usulan Bapak Daniel Sahusilawane dan disepakati oleh warga jemaat maka gereja ini diberi nama Gereja Martin Luther dan diresmikan sebagai bajem (bakal jemaat) yang bernaung dalam pelayanan GPIB Eben Haezer di Jalan Kramat VII Jakarta Pusat.


Pada tanggal 01 Januari 1966 oleh Pdt. Kainama mewakili Majelis Sinode GPIB gereja ini sebagai bajem pun akhirnya diresmikan.


Atas kesepakatan seluruh jemaat pada waktu itu maka disepakati hari lahir / ulang tahun GPIB Martin Luther setiap tanggal 31 Oktober.


Setelah kurang lebih 11 tahun sebagai Bajem (Bakal Jemaat) maka pada tanggal 04 Desember 1977 GPIB Martin Luther ditetapkan sebagai jemaat yang dewasa oleh Majelis Sinode GPIB.


Surat Keputusan Pendewasaan ditandatangani oleh Pdt. B. Simauw sebagai Ketua Sinode saat itu dan Pdt. J. M. Djarkasi sebagai Sekretaris 1.


Penyusunan Sejarah GPIB Martin Luther dalam Buku “BUNGA RAMPAI SEJARAH GPIB MARTIN LUTHER”


Penggalian dan penyusunan sejarah GPIB Jemaat Martin Luther telah lama diupayakan dan baru berhasil disusun pada masa kepimpinan Pdt. Drs. Rudy Immanuel Ririhena, M.Si selaku Ketua Majelis Jemaat periode 2016-2020.


Dalam menggali sejarah GPIB Martin Luther, pendekatan yang dipakai atau metode yang digunakan adalah menggunakan metode heuristic yaitu langkah pengumpulan sumber sejarah yang masih ada kaitannya dengan tema sejarah yang ditulis yaitu Menggali Sejarah GPIB Martin Luther. Ada bermacam-macam sumber sejarah yang dapat dikumpulkan, antara lain:

  • Sumber primer yang berasal dari saksi hidup dari suatu kejadian atau dari suatu sejarah. Sumber primer ini diyakini telah mengamati atau bahkan ikut berpartisipasi dalam suatu kejadian.
  • Sumber sekunder yang berasal dari orang yang tidak menjadi saksi hidup, namun masih mengerti dan mengetahui suatu kejadian yang mungkin diceritakan turun-temurun atau dengan menemukan benda peninggalan sejarah tertentu.

Untuk memperoleh informasi yang benar tentang sejarah berdirinya dan perkembangan pelayanan GPIB Martin Luther, maka Pelaksana Harian Majelis Jemaat periode 2016-2020 melaksanakan Webinar dengan tema: “Menggali Sejarah GPIB Martin Luther” pada tanggal 28 November 2020 dipimpin oleh Ketua V yang membidangi Inforkom & Litbang yaitu Diaken Ayub D. P. Junus selaku Ketua Tim Penyusunan Buku dan Diaken Michael E. Sendow sebagai moderator dalam webinar dan sekaligus Editor Buku.


Dalam Webinar itu hadir narasumber antara lain, Diaken Winston Sahusilawane dan Bpk. Samuel Sumaiku melalui tulisan yang dipresentasikan. Keluarga mereka menjadi saksi pada masa awal berdirinya GPIB Martin Luther di jalan Kayu IV yang sekarang menjadi pastori. Juga pada kesempatan itu hadir para pendeta mantan KMJ yang memberikan informasi sekitar pengalaman pelayanan mereka.


Berbagai informasi yang diberikan dalam Webinar itu sangat bermanfaat untuk memahami sejarah awal lahirnya GPIB Martin Luther yang peletakan batu pertamanya tanggal 31 Oktober 1965. Tanggal ini kemudian disepakati oleh jemaat pada waktu itu sebagai hari kelahiran / Hari Ulang Tahun GPIB Martin Luther.


Berdasarkan informasi dari Webinar dan berbagai tulisan pengalaman pelayanan dari mantan-mantan pendeta sebagai KMJ ataupun istri dari pendeta yang sudah almarhum yang pernah melayani di GPIB Martin Luther, maka semua itu melengkapi penulisan sejarah GPIB Jemaat Martin Luther yang sudah tersusun dengan judul:


“BUNGA RAMPAI SEJARAH GPIB MARTIN LUTHER”


Yang dapat dibaca atau download melalui tautan dibawah ini.